Kalau mau mendukung Klungkung bisa lebih maju.



Setiap tokoh publik biasanya tidak akan pernah lepas dari sikap pro dan kontra. Kelakuan, gerak gerik dan ucapan menjadi bahan yang akan diperbincangkan. Oleh karena itu, seringkali dapat dipahami bahwa seorang tokoh publik haruslah mampu mengikuti nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Acap kali pengkritik mencoba memposisikan dirinya memberikan respon negatif terhadap segala sesuatu yang mereka tidak sukai. Ada banyak alasan mengapa seseorang menjadi pengkritik walaupun dalam pandangan umum, tokoh publik tersebut tidak melakukan kesalahan. Kritik lebih sering muncul di dunia maya, terutama di media sosial menjelang perhelatan pesta Demokrasi; Pemilu/Pemilukada. Serangkaian isu yang memojokkan dengan motif ingin mempengaruhi opini publik.

"SEGALA SESUATU TERLIHAT MUSTAHIL SAMPAI AKHIRNYA DAPAT DISELESAIKAN"

Ungkapan ini mungkin bebas tafsir, tapi makna sangat perinsip tersirat tegas bahwa tekad, kesungguhan dan kegigihan dalam mengemban tugas-tugas pengabdian bagi masyarakat memunculkan sebuah inspirasi yang kini dikenal dengan nama GEMA SANTI Gema Santi yang digagas Bapak Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bukanlah Visi baru, tapi merupakan Program/Kebijakan Strategis untuk mendukung/mempercepat pencapaian Visi-Misi Pembangunan Kabupaten Klungkung yaitu Menuju Klungkung Unggul dan Sejahtera. Gema Santi ini akan mengarahkan penyelenggaraan pemerintahan fokus pada pencapaian target prioritas pembangunan daerah sesuai tupoksi OPD dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan daerah. Masing-masing OPD menyusun paling sedikit 1 (satu) rencana aksi diantaranya: Kring Sehat (KRIS 118) Diskes, Gerakan Masyarakat Pemberdayaan Petani (GEMA PEMBERANI); Gerakan Peningkatan Kepuasan dan Mutu (GENI ASTU); Gerakan Masyarakat Pengembangan Kawasan Rumah Pangan (GEMA PEKARANGAN); Gerakan Makan Ikan (GEMARIKAN); Gerakan Pengembangan Pembibitan Sapi Bali Berkualitas (GERBANG PEMIKAT); Gerakan Masyarakat Peduli Seni, Pariwisata dan Kebudayaan (GEMA PUSAKA); Gerakan Pengentasan Rawan Sanitasi (GENERASI); Gerakan Masyarakat Desa Bersistem Informasi (GEMA DESA BERSEMI); Gerakan Masyarakat Bersih, Lestari dan Indah (GEMA BESTARI); Gerakan Masyarakat Sadar Berinvestasi (GEMA SARI); Anak lahir mendapat Akta Kelahiran (BELA NANDA); Disdukcapil Keliling mencetak documen Kependudukan (CALING TANDUK); Gerakan Serentak Membangun Desa (Gertak MADE) dan Gerakan Masyarakat Berantas Kemiskinan (GEMA TASKIN). Semua Perogram Aksi ini akan dievaluasi secara berkala. Hal paling mendasar dari Gema Santi Santun dalam Karakter Masyarakat dan Inovatif dalam pengelolaan Sumber daya baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA). Pembangunan karakter manusia dan pemberdayaan dalam mengelola SDM dan SDA dilakukan melalui gerakan bersama secara berkelanjutan menuju Klungkung Unggul dan Sejahtera. Bapak Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sebagai penggagas Gema Santi sangat Menyadari bahwa kemajuan Iptek akan berimplikasi meningkatnya tuntutan, harapan dan kebutuhan masyarakat akan hak-hak dan kewajibannya dalam pembangunan daerah. Di samping itu tentu disadari betul oleh Bapak I Nyoman Suwirta bahwa seluruh Amanat yang dipercayakan mayarakat kepadanya harus ditempatkan pada posisi tertinggi dan diupayakan untuk memiliki nilai manfaat bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Atas dasar itu keterbukaan/transparansi dalam penyelenggaraan pembangunan daerah dijadikan landasan dalam pengabdian. Langkah memotivasi peran serta aktif masyarakat, menggali potensi terpendam di masyarakat, Bapak Bupati menyediakan ruang seluas-luasnya untuk berbagi, memberi masukan, saran, pendapat, bahkan kritik dalam penyelenggaraan roda pembangunan. Ruang diskusi disesuaikan dengan apa yang dipahami dan bisa dilakukan masyarakat diantaranya melalui media sosial facebook, bedah desa, dan juga diskusi interaktif dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan Mimbar Aksi Gema Santi (MAGS). MAGS ditujukan untuk menumbuhkan dan memotivasi masyarakat, menyerap aspirasi, berupa saran, kritik, maupun masukan yang konstruktif demi mempercepat terwujudnya Visi - misi Pembangunan. Dalam MAGS akan dilibatkan seluruh OPD sehingga setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan diberikan tanggapan. Lain dari pada itu ruang diskusi juga disediakan khusus untuk generasi muda dengan harapan mereka berani tampil menyampaikan aspirasi, memberikan motivasi, serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Ruang anak muda ini dikenal dengan nama Mimbar Merah Putih (MMP).

Jadiiiiii....... Bila kita masyarakat klungkung memiliki pemikiran dan pengharapan positif maka menyampaikan saran, pendapat bahkan kritik bukanlah pantangan bagi Bapak Bupati I Nyoman suwirta tapi justru difasilitasi melalui Mimbar Diskusi bersama. Namun demikian kebebasan berdiskusi tetap diharapkan berlandaskan Nilai-Nilai Luhur yang menjiwai semangat pembangunan. Santun dalam Karakter bukanlah sebuah tugas atau bahkan bukan nasehat, tapi sebuah pilihan.....pilihan yang akan memberi nilai...memberi arti....sekaligus jawaban: "SEPERTI APA ORANG MELIHAT DIRI KITA" **Mari Renungkan bersama..... "Sosok I Nyoman Suwirta tidak meminta agar dipandang sebagai juru selamat yang perlu dinantikan" "Sosok I Nyoman Suwirta juga tidak perlu dipandang eksklusif sehingga dibiarkan berjuang sendirian" "Mari berkolaborasi.....berjuang bersama...untuk Klungkung yang lebih baik....untuk Klungkung yang unggul dan sejahtera....untuk Klungkung yang BERMARTABAT. 

SALAM GEMA SANTI.

Relawan Suwirta.


Komentar