Menjelang perhelatan Pesta Demokrasi, disepanjang jalan & tempat-tempat tertentu terpasang banyak Baliho, foto orang-orang yang merasa bahwa wajahnya harus dikenal. Alasannya tentu karena mereka merasa bahwa dirinyalah yang layak untuk menjadi pemimpin. Nah siapa sebenarnya yang secara obyektif menentukan seseorang layak? Yang pasti bukan dirinya sendiri.
Relawan Suwirta berpendapat siapa yang layak untuk menjadi pemimpin:
1. Sebaiknya jangan menilai diri sendiri,
Sering penilaian diri sendiri bersifat sangat subyektif ,apalagi jika kita sungguh sangat bernafsu untuk mendapatkan jabatan itu.
2. Kemampuan teknis saja bukanlah modal utama dalam kepemimpinan. Kehebatan kita dalam mengerjakan sesuatu tidak serta merta menjadikan kita paling layak memimpin. Kemampuan mengambil keputusan dan tindakan strategis termasuk keberanian adalah penentu yg lainnya.
3. Orang yang menjadi pemimpin tidak selamanya benar. Pemimpin akan membiasakan dirinya berada di tengah-tengah masyarakat untuk sebagai kesehariannya. Jadi bukan berada di tengah masyarakat pada saat-saat membutuhkan masyarakat saja.
4. Kepemimpinan terbaik didapat melalui kolaborasi
Mestinya bisa lebih berhasil dalam memberi manfaat nyata bagi orang-orang yang dipimpin. Apa yang diucapkan itu yang dilakukan serta memiliki Visi dan Misi yang jelas
Jadi mengukur layak apa tidaknya menjadi pemimpin bagi mereka melalui manfaat nyata yang bisa diberikan kepada masyarakat. Karena itu yang paling layak menilai kualitas kepemimpinan bukan diri sendiri tetapi masyarakat.
Relawan Suwirta berpendapat siapa yang layak untuk menjadi pemimpin:
1. Sebaiknya jangan menilai diri sendiri,
Sering penilaian diri sendiri bersifat sangat subyektif ,apalagi jika kita sungguh sangat bernafsu untuk mendapatkan jabatan itu.
2. Kemampuan teknis saja bukanlah modal utama dalam kepemimpinan. Kehebatan kita dalam mengerjakan sesuatu tidak serta merta menjadikan kita paling layak memimpin. Kemampuan mengambil keputusan dan tindakan strategis termasuk keberanian adalah penentu yg lainnya.
3. Orang yang menjadi pemimpin tidak selamanya benar. Pemimpin akan membiasakan dirinya berada di tengah-tengah masyarakat untuk sebagai kesehariannya. Jadi bukan berada di tengah masyarakat pada saat-saat membutuhkan masyarakat saja.
4. Kepemimpinan terbaik didapat melalui kolaborasi
Mestinya bisa lebih berhasil dalam memberi manfaat nyata bagi orang-orang yang dipimpin. Apa yang diucapkan itu yang dilakukan serta memiliki Visi dan Misi yang jelas
Jadi mengukur layak apa tidaknya menjadi pemimpin bagi mereka melalui manfaat nyata yang bisa diberikan kepada masyarakat. Karena itu yang paling layak menilai kualitas kepemimpinan bukan diri sendiri tetapi masyarakat.
Komentar
Posting Komentar